KORANINDONESIA.WEB.ID
BOGOR— Kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus menjadi semangat Profesor Anik Djuariyah dalam mendirikan Rumah Kreasi Anak Spesial yang berlokasi di Jalan Malabar Ujung, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Kisah perjalanan tersebut disampaikan Profesor Anik saat ditemui dalam kegiatan pameran Rumah Kreasi Anak Spesial pada Minggu pagi, 18 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, ia menceritakan perjuangan membangun ruang pembelajaran dan pengembangan diri bagi anak-anak penyandang down syndrome.
Rumah Kreasi Anak Spesial menjadi wadah bagi 18 anak yang mendapatkan pendampingan melalui berbagai kegiatan edukatif dan kreatif. Kegiatan tersebut meliputi belajar menulis, menggambar, mengaji, serta aktivitas lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing anak.
Anak-anak yang bergabung berasal dari latar belakang keluarga dan tingkat pendidikan yang beragam. Sebagian di antaranya hanya sempat mengenyam pendidikan sekolah dasar atau sekolah menengah pertama. Selain anak-anak, terdapat pula peserta yang telah memasuki usia remaja dan membutuhkan ruang untuk terus mengembangkan kemampuan serta kemandiriannya.
Perjuangan Bersama Mendiang Suami
Di balik berdirinya Rumah Kreasi Anak Spesial, terdapat sosok almarhum H. Syaiful Bahri, suami Profesor Anik Djuariyah, yang memiliki peran penting dalam pengelolaan dan pengembangan kegiatan sosial tersebut.
Bersama mendiang suaminya, Profesor Anik berupaya mewujudkan sebuah tempat yang dapat membantu anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri.
Keberadaan Rumah Kreasi Anak Spesial kini dirasakan manfaatnya oleh sejumlah orang tua. Kehadiran komunitas ini menjadi salah satu bentuk dukungan bagi keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak mereka.
Dalam proses penerimaan peserta, Rumah Kreasi Anak Spesial mempertimbangkan kesiapan anak untuk beradaptasi dengan lingkungan komunitas. Sementara itu, anak yang masih mengalami kesulitan beradaptasi atau membutuhkan pendampingan lebih intensif memerlukan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhannya.
Pendekatan tersebut menjadi bagian penting agar setiap anak dapat mengikuti kegiatan secara nyaman dan memperoleh pendampingan yang tepat.
Mendorong Kemandirian dan Masa Depan Anak
Di akhir wawancara, Profesor Anik menyampaikan harapannya agar anak-anak binaan Rumah Kreasi Anak Spesial mengalami perkembangan yang berarti, baik dalam pengetahuan maupun kemampuan menjalani kehidupan sehari-hari secara mandiri.
Baginya, pendampingan terhadap anak berkebutuhan khusus bukan sekadar memberikan kegiatan rutin, melainkan juga membuka kesempatan bagi mereka untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan memperoleh ruang untuk bertumbuh.
Perjalanan Profesor Anik Djuariyah bersama mendiang H. Syaiful Bahri menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui langkah nyata. Rumah Kreasi Anak Spesial diharapkan terus menjadi ruang yang mendukung perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus sekaligus memberikan harapan bagi keluarga mereka. ( Syafriel)


Posting Komentar