KORANINDONESIA.WEB.ID
KOTA BOGOR - Dunia kebudayaan Sunda lagi kedatangan energi baru yang pastinya bakal relate banget sama anak muda. Pada bulan Oktober 2026 ini, Kang Hizriyanda Putra, sosok pemuda berbakat asli putera daerah Kota Bogor sekaligus alo (keponakan) kesayangan dari keluarga legendaris Ma Ageung (Almh. Tien Rostini Asikin), resmi mengemban amanah besar. Beliau diberikan mandat langsung oleh Kang Wirabratha Arifin (putra kandung dari Ma Ageung) untuk memegang kemudi sebagai Ketua Harian Yayasan Palataran Pakujajar Sipatahunan (YPPS)!
Buat yang belum tahu, penunjukan ini definitely bukan kaleng-kaleng. Kang Hizriyanda dapet estafet langsung untuk meneruskan legacy keren dari mendiang sang bibi, Ma Ageung, yang dulunya dikenal sebagai seniwati serba bisa, jawara pencak silat, dan sosok hebat di balik gemilangnya seni Sunda hingga kancah internasional (bahkan pernah membawa nama Indonesia juara di Brussel, Belgia, lho!).
Visi Kekinian: Tradisi Bukan Cuma Vibes Masa Lalu, Tapi Identitas Masa Kini!
Nggak mau terjebak kesan kalau seni tradisional itu kuno atau boomer, Kang Hizriyanda langsung gaspol membawa gagasan segar bertajuk GELAR PAMOR PESONA TRADISI "SUNDA" NUSANTARA DUNIA.
Lewat program strategis ini, beliau pengen membuktikan kalau tradisi itu timeless dan bisa jadi kekuatan identitas sekaligus ruang kreativitas.
Bukan Sekadar Tontonan: Seni budaya dirancang biar jadi tuntunan, ruang edukasi, sekaligus potensi ekonomi kreatif yang worth it buat anak muda zaman now.
Semangat "Nusantara Dunia": Mengakar kuat pada budaya lokal Indonesia, tapi siap flexing ke panggung internasional lewat kolaborasi lintas negara dan dokumentasi digital.
Filosofi Nama Yayasan yang Bikin Merinding
Di bawah kepemimpinan Kang Hizriyanda untuk periode 2026-2031, YPPS juga mengusung tagline baru yang aesthetic dan penuh makna mendalam: "Ti Titinggal Karuhun, Ngagelarkeun Kaendahan, Ngawariskeun Kahormatan" (Dari peninggalan leluhur, menggelar keindahan, mewariskan kehormatan).
Serta tagline program utamanya: "Ngamumule Budaya, Ngahirupkeun Tradisi, Ngamancarkeun Pesona Nusantara ka Dunya!"
Filosofi nama Palataran Pakujajar Sipatahunan sendiri punya arti yang deep banget: Palataran sebagai ruang terbuka tempat interaksi lintas generasi; Pakujajar sebagai tonggak penegak keseimbangan; dan Sipatahunan sebagai wujud kesetiaan abadi yang katilimbeng ku mangsa, tapi teu leungit ku jaman (lekang oleh waktu, tak hilang oleh zaman).
Rangkaian Program Asik: Dari Rampak Sekar sampai Ekonomi Kreatif
Biar ekosistem budayanya makin hidup (vibe check-nya dapet banget!), Kang Hizriyanda menyiapkan berbagai pilar kegiatan yang dikemas dalam format modern, mulai dari Pamor Rutin (latihan dan panggung komunitas), Pamor Edukasi (lokakarya bareng maestro), hingga Pamor Festival (gelar karya tahunan).
Deretan kesenian yang bakal di-highlight juga komplit abis, beberapa antaranya:
1. Rampak Sekar & Rampak Degung (Harmoni suara & irama leluhur)
2. Jaipongan & Seni Ibing Pencak Silat Tradisi (Pesona gerak & jati diri)
3. Rampak Kendang (Denyut energi tradisi)
4. Teater Rakyat, Seni Tutur, & Wayang Sunda
So, are you ready? Di tangan dingin Kang Hizriyanda Putra, Yayasan Palataran Pakujajar Sipatahunan siap bikin anak muda Bogor (dan Indonesia secara luas) bangga sama akarnya sendiri. Karena seperti kata beliau: "Dari akar budaya, kita bangun masa depan. Dari Nusantara, kita hadir untuk dunia!" ( Red.)


Posting Komentar